architect,contemplative human being, arsitek,akitekucha,arquitektura,jiàgòu,geonchug, fx trader polosan
April 03, 2014
INDONESIAKU (37)
dalam keadaan darurat
sejenak aku tertegun
.......................................................
sudah
sekian lama, entah dalam damai
entah dalam hening atau dalam sepi
tiada kata mudah diucap
tidak juga satu kata mudah ditulis
darurat
darurat ....
...................
Indonesiaku dalam keadaan darurat
kini dan sudah dari beberapa lama sebelumnya
bukankah eksistensi komisi-komisi
adalah tanda
darurat korupsi
darurat penegakan hukum
darurat pelanggaran hak asasi
sehinggalah ada KPK, Komnas HAM
dan komisi-komisi yang lain
................
darurat
institusi yang ada tidak
berfungsi selayaknya
....................
dan
beberapa hari lagi pemilu digelar
kuberharap
akan muncul orang orang
yang tidak hanya berani tetapi
juga mampu
membangun Indonesiaku
memperbaiki keadaan
sehinggalah
ruang ruang penjara dibangun untuk
dipenuhi
dan rakyat mendapat
penghargaan layak atas karyanya
...............
Indonesiaku
biarlah Pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
February 20, 2011
INDONESIAKU (36)
Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita
Indonesia Raya
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Garuda Pancasila
Garuda pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Satu Nusa Satu Bangsa
Satu nusa
Satu bangsa
Satu bahasa kita
Tanah air
Pasti jaya
Untuk Selama-lamanya
Indonesia pusaka
Indonesia tercinta
Nusa bangsa
Dan Bahasa
Kita bela bersama
Bagimu Negri
Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami
Dari Sabang Sampai Merauke
Dari sabang sampai merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia
December 18, 2010
INDONESIAKU (35)
June 13, 2010
INDONESIAKU (34)
panjang punjung pasir wukir,...
gemah ripah loh jinawi, ...
tata tentrem kerto raharja ...
.....
kiang celak samya mangklung ...
kang tebih samya mentiung ...
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
November 08, 2009
INDONESIAKU (33)
teramatlah banyak sudah rakyatmu yang bagaikan …
kutuk marani sunduk, mendatangi marabahaya bagi dirinya …
bagaimana tidak, …
banyak pemimpinmu yang adigang, adigung, adiguna , arogan mengandalkan kekuatan jabatan dan kepintarannya …
banyak pemimpinmu yang emban cindhé emban siladan, berlaku tidak adil …
banyak pemimpinmu yang kakehan gludhug kurang udan, kebanyakan janji-janji tanpa bukti …
banyak pemimpinmu yang ngemut legining gula, setelah merasakan enak lupa asalnya …
banyak pemimpinmu yang ibarat pitik trondhol diumbar ing padaringan, jahat tapi berkuasa …
banyak pemimpinmu yang esuk dhele sore tempe, mencla-mencle …
bagaimana tidak, …
banyak wargamu yang nabok nyilih tangan, berbuat jahat dengan memperalat orang lain …
banyak wargamu yang menjadi tumbak cucukan, senang memprofokasi dan mengadu domba …
banyak wargamu yang diibaratkan anak polah bapa kepradhah, perbuatan anak merepotkan orang tua …
banyak wargamu yang dudu berase ditempurake, banyak bicara komentar sana-sini tetapi nggak konteks …
banyak wargamu yang seperti gajah alingan suket teki, memiliki pribadi yang berbeda sama sekali antara lahir dengan batinnya …
banyak wargamu yang idu didilat maneh, mencabut pernyataannya sendiri ….
banyak wargamu yang ora uwur ora sembur, cuek, apriori, tidak mau perduli …
banyak wargamu yang menjadi palang mangan tanduran, dipercaya tetapi malah merusak …
banyak wargamu yang sedhakep ngawe ngawe, masih saja ingin melakukan kejahatan …
banyak wargamu yang tinggal glanggang colong playu, berani berbuat tidak berani bertanggung jawab …
banyak wargamu yang ungak ungak pager arang, memalukan tingkah lakunya …
bagaimana tidak, …
terjadilah enggon welut didoli udhet, tidak tahu diri pamer kepintaran tempat …
terjadilah jati ketlusuban ruyung, kebaikan disusupi kejahatan …
terjadilah lambe satumang kari samerang, nasehat tidak lagi diperhatikan …
terjadilah gupak puluté ora mangan nangkané, yang berusaha dan berhak tidak menerima hasilnya …
terjadilah kaya banyu karo lenga, antara sesama tidak lagi rukun …
terjadilah ancik ancik pucuking er, selalu gelisah karena melakukan kesalahan …
terjadilah bebek mungsuh mliwis, segolongan pun bertengkar …
terjadilah golek uceng kelangan dheleg, mencari yang sedikit banyak kehilangan …
terjadilah jarit luwas ing sampiran, orang pintrr tidak digunakan …
terjadilah kriwikan dadi grojogan, hal sepele membuat ribut dibesar-besarkan …
terjadilah wis kebak sundukane, sudah terlalu banyak kesalahan …
bagaimana tidak, …
tetapi ingatlah indonesiaku, …
bahwa becik ketitik ala ketara, saatnya tiba akan menjadi jelas mana baik mana buruk
bahwa kacang ora ninggal lanjaran, wariskan hanya yang terbaik kepada generasi penerus …
bahwa Sapa Sing salah bakal séléh, salah benar akan terbukti …
bahwa Desa mawa cara,negara mawa tata, semua ada aturannya tersendiri
bagaimana tidak, …
oleh karenanya Indonesiaku, …
bersegeralah pupur sakdurungé benjut …
bersegeralah jangan cedhak celeng boloten …
rawe rawe rantas malang malang putung …
sembur sembur adas,siram siram bayem …
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
October 31, 2009
INDONESIAKU (32)
berseteru menyeruak, membisingkan pendengaran banyak orang ...
rakyat berseteru pegawai negara pun berseteru ...
kali ini penegak aturan dan pemberantas korupsi ...
yang semestinya bersatu padu mengawal bangsa ini ...
berebut benar ...
sekali lagi ...
semakin kental persepsi distuangkan ..
prilaku asal kebagian, tidak perduli, mau menang sendiri ...
kembalikan budi pekerti luhurmu Indonesiaku ...
pegawai negara perhatikan bangsa rakyatmu ..
rakyat perhatikan sesamamu ...
supayalah yang jujur tidak lagi berkekurangan ...
supaya rakyat tidak lagi melarat ...
para pendusta memenuhi ruang-ruang penjaramu ...
para pemimpin menepati janjinya ...
kembalilah wibawa bangsa ini ...
kembalilah harga diri bangsa ini ...
sekali lagi ...
sibukkanlah diri hanya untuk kebaikan ...
tepatilah tugas dan kewajiban ...
tak perlu mengusik yang lain ..
menjadilah bermanfaat bagi sesama dan negara ...
uruslah diri sendiri untuk kepentingan kebaikan ...
dan bukan mementingkan diri sendiri tidak perduli ...
sekali lagi ...
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
October 30, 2009
INDONESIAKU (31)
100 hari pertama dalam perjalanan ...
gaji menteri naik, gaji pegawai negara naik ...
naiklah setinggi-tingginya, bahkan fasilitasi dan cukupi untuk
bisa beroperasi ...
memang demikian yang seharusnya, bukankah dipertaruhkan
bangsa dan negara ini di tangan mereka...
yang harus ...
tentukan aturan main dan tata caranya ...
realisasikan kepastiannya ...
beri penghargaan atas prestasi ...
beri hukuman atas wanprestasi ...
hargailah setinggi mungkin bisa ...
penuhilah ruang penjaramu bagi yang korupsi ...
dalam skala tertentu memang mereka layak mati ...
gaji harus tinggi ...
yang korupsi harus mati ...
dan majulah bangsa dan negara ini ...
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
October 29, 2009
INDONESIAKU (30)
seperti sudah dijangkakan ...
memang sudah waktunya, prilaku asal kebagian dan tidak perduli ...
yang jujur berkekurangan, rakyat melarat, pendusta bersuka ria ...
pemimpin hobby mengingkari janji, mengorbankan wibawa dan harga diri ...
sandang, pangan dan papan menjadi kesulitan, dan manusia tega dengan sesama ... terjadilah, janji tinggallah janji, manusia melanggar sumpah janjinya sendiri ... aturan yang maha Kuasa dilanggar ...
yang jahat dipuji dan yang benar dibenci ...
banyak manusia mengutamakan uang dan materi, lupa sanak saudara ...
orang tua menyia-nyiakan anak, anak berani dengan orang tuanya ...
persaudaraan luntur, kekeluargaan terpecah belah, teman menjadi musuh, manusia menjadi tidak tahu diri ...
kkn (korupsi kolusi nepotisme) merajalela, banyak pejabat menjadi jahat dan tega dengan rakyat ...
berbuat baik dijauhi, lebih memilih dusta, suka berdalih ...
semaunya sendiri tapi maunya dihargai, pemalas tapi menyenangi yang bukan haknya ... manusia jauh dari ketentraman, tidur tidak nyenyak ...
orang berusaha sulit keuntungan ...
banyak manusia mati sia-sia, orang kayapun batinnya sengsara ...
ang tidak tahu aturan yang berperan dan kebagian ...
yang jujur dan adil berkekurangan dan terkucil ...
yang tidak mau ikut korupsi dijauhi, para pendusta bersekongkol dan berjaya ...
yang benar tidak bisa bergerak, yang salah berpesta ...
harta negara dibagi-bagi seperti warisan, habis tak berguna, siapa yang menjabatpun tidak jelas ukurannya ...
lahan semakin sempit, dan setiap jengkal dikenakan pajak ...
emansipasi kebablasan, dan para pemimpin tidak lagi bisa menjadi teladan ... yang baik tidak mendapatkan tempat, yang jahat berkuasa ...
pejabat mudah tersinggung, yang nista dipuja ...
perempuan kehilangan kewanitaanya, Laki-laki kehilangan kegagahannya ...
banyak orang tidak laku berumahtangga, wanita tidak lagi setia ...
berbuat gila merasa keren ...
Banyak ibu menjual anak, wanita menjual diri ...
bertukar pasangan menjadi gaya hidup ...
perempuan menjadi laki-laki dan laki-laki menjadi perempuan ...
perceraian dimana-mana ...
dukun paranormal dijual ...
banyak manusia sok suci, srigala berbulu domba ...
mengakunya benar, dusta dan palsu, banyak penipuan ...
salah dibenarkan dan benar disalahkan ... p
enipu dan pendusta berjaya ...
yang bersahaja tidak leluasa, orang kaya banyak yang dipenjara, yang jahat ganas, yang jujur hancur ...
orang berusaha terombang-ambing, judi merajalela ...
banyak hal ilegal, anakpun ilegal ...
abg tidak lagi perawan, bahkan banyak yang hamil, perempuan menjadi lebih agresif ketimbang laki-laki. perempuan-perempuan muda punya anak, yang laki-laki mengabaikan harga diri ...
bekerja rusak atuaranya, yang cepat kelewatan, yang lambat jatuh bangun, yang besar kebanyakan bicara, yang kecil tertipu ...
yang tak bernyali menjadi mati, yang melanggar aturan yang kebagian, yang hati-hati mengeluh ...
yang minoritas teraniaya, mengadu bisanya pada yang dewanya ...
yang tidak tahu diri selalu berkelit, bertingkah seperti maling, berteriak maling ...
kebanyakan menjadi pelit, kehilangan keperdulian ...
yang jujur tidak kebagian, yang kebagian tidak aman ...
sudah waktunya, akhirnya jaman-jaman ...
yang Kuasa menggelar pengadilan, yang Kuasa mengejawantah menjelma, berbadan wadag manusia ...
berparas seperti kita, berwatak rasa, senjata bermata tiga ...
berlatar belakang jaman yang sudah terbolak-balik, yang membuat akan memakai, yang menanam akan menuai ...
karma dan penebusan ....
banyak orang mati digigit nyamuk, opini tak berbentuk ...
prewangan dan makhluk haluspun berebut benar ...
yang Kuasa ya Rasa ya Rohing Kuasa ...
momongannya menjadi tangan-tangannya dalam berkarya, perangnya tanpa bala, sakti tanpa aji-aji ...
saat kedatangannya ada tanda dinaungi cahaya di atasnya, ada tanda lintang kemukus, di arah tenggara selama tujuh malam, yang menghilang bersamaan dengan terbitnya matahari ...
kedatangannya bersamaan dengan yang sudah pergi ...
setting di tanah Jawa, berlokasi di kaki gunung, di ketinggian dan bergubug sederhana ...
berbalut keseharian sederhana, tetapi bisa membantu menyelesaikan permasalahan dan menjadi berkat banyak orang ...
menjadi sesembahan, berbagai bangsa mengingat, guru-guru menperoleh sabda. sempurna dalam segala prilaku, berada di tengah tanah Jawa ...
menundukkan segala macam jim setan, prewangan, mengantarkan penebusan, mengembalikan yang tidak diterima kepada yang Kuasa ...
berlidah api, bersabda malati, selagi muda disebut orang tua ...
bisa mengabulkan segala permintaan, beruntunglah yang yakin dan setia dengan sabdanya, tidak bisa dibohongi karena bisa melihat batin ...
mengetahuai yang akan terjadi, sejarah kelanggengan dan garis kehidupan setiap orang ...
maka temukanlah yang Kuasa ini, sudah tiada bapa tiada bibi ...
senjata bermata tiga, berujung pantang membunuh, bersisi pantang merugikan orang lain dan melanggar aturan ...
begawan bukan pandhita bukan, disebut yang Kuasa seperti manusia, manusia yang punya daya ...
tiada pertanyaan dan permasalahan yang tidak terjawab Semua di kupas dengan jelas ...
bahkan tentang jangka kala ...
tidak semua manusia bisa menemukannya, kalau memang bukan jamannya ...
maka yang mengalami bersegeralah ...
beruntunglah yang ingat dan waspada pada jaman kedatangannya ...
jangan mengingkari manusia berwadag yang Kuasa, yang Kuasa berwadag manusia ...
jangan keliru sembarang rasa, ini rasa Kuasa bersenjata bermata tiga ...
yen menang datan ngasorake liyan ...
pengadilan sudah tiba ...
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
October 29, 2008
INDONESIAKU (29)
stop kekerasan terhadap anak ... sekarang
stop kekerasan terhadap anak ... sekarang
stop kekerasan terhadap anak ... sekarang
stop kekerasan terhadap anak ... sekarang
stop kekerasan terhadap anak ... sekarang
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
October 08, 2008
INDONESIAKU (28)
dunia menuju kehancuran dunia menuju kebangkitan
19xx-20xx … 39xx-40xx
abu-abu telah terjadi, saatnya dimulai mana hitam mana putih
salah telah menjadi benar dan benar telah menjadi salah
perempuan telah menjadi laki-laki dan laki-laki telah menjadi perempuan
gelap telah menjadi terang dan terang telah menjadi gelap
benar dan salah, penting dan tidak penting, menyenangkan dan tidak menyenangkan
sama-sama berkuasa
dan yang menyenangkan telah menjadi yang pertama
dan yang benar telah menjadi yang terakhir
apa yang telah terjadi tak terlihat
bahkan setelah kejadian lewat tetap masih belum disadari
seperti pencuri datangnya
lantas bagaimanakah jika kebenaran itu
yang mestinya bagaikan yang tak terpisahkan yang mestinya memimpin
yang ibaratnya adalah mempelai laki-laki
ternyata memang tidak terlihat dan masih belum disadari
yang bagaikan pencuri telah tiba telah berlalu
tidak dilihat dan tidak disadari
oleh yang masih hidup dan yang telah mati
bukankah yang hidup telah mati dan yang mati telah hidup
yang empiris tidak dilihat dengan hati
bagaimana mungkin menjadi empiris
kalau melihatpun hanya dengan mata dan mendengarpun hanya dengan telinga
waktunya memang telah tiba
tanda-tandanya pun telah merata
yang terbaca pun telah menjadi nyata
tetapi faktanya ini hanyalah kata-kata dan belum menjadi fakta
bukankah bencana dan penyakit di mana-mana dalam skala besar
telah menjadikan korban manusia
bukankah perseteruan pun sudah bangsa melawan bangsa
bukan lagi sesama anggota keluarga
bukankah anak sudah berseteru dengan orang tua
bukankah darah telah tumpah di mana-mana mengalir bagaikan sungai
memerahkan airnya
bukankah tujuh kali tujuh masa pun telah selesai dalam hitungan
dengan tibanya yubelium baru
bukankah kata modern sudah berlalu dan menjadi postmo
dan post menandai berakhirnya kurun-kurun jaman
dan yang terbesar adalah memang harus terjadi tanpa dilihat
oleh yang sebagian besar dan bahkan ditertawakan
bukankah memang harus demikian adannya
kalau yang terjadi harus tidak diketahui tidak dilihat dan tidak disadari
dan yang harus terjadi adalah pengharapan
selalu dinanti dan akan selalu mejadi penantian
karena pada saat sudah terjadi tetap tidak diketahui
lantas apalah gunanya menanti kalau tidak akan menjumpai apa yang dinanti
yang berusaha berjaga-jaga pun tidak
kecuali dengan nurani
karena yang harus terang adalah inti yang ada di pusatnya hati
sungguh nyata bedanya antara buah roh dan buah daging
bagaimana mungkin mengerti
kalo daging telah hidup di atas roh yang telah mati
bukankah roh yang hidup akan menghidupi daging
seribu fakta dan tanda boleh terjadi
tetaplah tidak dimengerti
apalagi yang terjadi dalam simbolisasi
dan menjadikan hanya yang bisa yang mengerti
dan yang lain yang sebagian besar mentertawai
bukankah memang harus demikian
yang terpenjara merasa bebas dan yang bebas merasa terpenjara
pembebasan tak menyentuh yang terbelenggu
karena yang terbelenggu merasa bebas
bagaimana mengerti bahwa telah lunas ditebusi
pantaslah disebut yang bodoh telah menjadi pintar dan yang pintar telah menjadi bodoh
yang gila menjadi waras dan yang waras menjadi gila
sungguh beruntunglah yang dipersalahkan
karena akan dibenarkan
supayalah didahulukan dan dibahagiakan
tidaklah banyak isinya dunia
hanya dua dan keduanya telah sama-sama berkuasa
sama-sama berkuasa dan bersamaan
bahkan menjadi tak diketahui sebenarnya mana yang berkuasa
seperti kembar adanya bahkan sering terlihat identik
keduanya telah menjadi ratu
dimana hanya kuasa keadilan yang bisa membedakan
dimulailah nurani yang memimpin
pemimpin yang tidak pernah bohong
dimulailah adil yang menjadi ratu
karena dalam nuranilah keadilan bersumber
supayalah jelas bahwa kasuargan itu bahasa nurani yang rohani itu
bagaimana jasmani bisa melihat kasuargan kalau rohani tidak memimpin
bukankah memang demikian, yang rohani telah menjadi jasmani
dan yang jasmani telah menjadi rohani
bagaimana semua ini bisa dimengerti
kalau bukan dengan nurani
sementara nurani telah mati di bawah jasmani
karena dengan nuranilah bisa mencapai sumber
dan memang hanya sebagian yang berasal dari sumber itu
yang akan mengerti
kalaulah kebenaran itu sungguh menjadi kenyataan dalam
individu seorang manusia maka
baginya sungguh akan menjadi keberuntungan terbesar
dalam sejarah peradaban umat manusia yang pernah ada
kuasa keadilan bekerja untuk pembebasan untuk memerdekakan
dari belenggu penjara diri sendiri
atas matinya rohani
yang menjadikan yang salah merasa benar
yang menjadi penghalang utama untuk memperbaiki diri menjadi benar
bagaimana bisa pembebasas atau pemerdekaan atau penebusan menyentuh
kalaulah tidak diketahui apa yang dipertobatkan
kalaulah tidak diketahui bahwa
kesalahan terbesar adalah merasa benar
begitulah kenyataannya
tidak akan tahu karena merasa benar
akan tetapi kuasa keadilan akan terus selalu bekerja,
begitulah karma bekerja, tak bisa dihindari
karma baik dan karma buruk adalah pengadilan diri
keterbelengguan yang menjadikan merasa benar dan
tidak tahu yang salah menjadikan pengertian bahwa
dunia hidup ini sering tidak adil,
padahal begitulah keadilan yang sangat adil
dan tidak tersedia sedikit ruang pun untuk sembunyi
budi baik dan budi buruk akan beroleh karma baik dan karma buruk
bukan ditentukan oleh golongan atau kelompok yang dianut
bahwa kuasa keadilan bahwa karma berlaku atas semua
tidak mebeda-bedakan dan tidak seorangpun bisa menghindarinya
bukankah kaidah kebenaran memang demikian
bahwa yang tidak berbudi baiklah yang akan terpenjara
bukan yang bergolongan tertentu
tersedia begitu banyak kesempatan untuk melakukan keduanya
19xx-20xx … 39xx-40xx
dunia menuju kehancuran dunia menuju kebangkitan
indonesiaku bangkitlah, menjadi mercuar dunia
biarlah pancasila fasafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
June 01, 2008
INDONESIAKU (27)
ada sendok ada garpu
ada nasi ada lauk
ada bunga ada kumbang
ada mbelek ada kawul
ada korupsi ada kemiskinan
ada pungli ada penderitaan
tega bener sih dengan sesama
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
INDONESIAKU (26)
aku menjadi dewan biarlah sejahtera bangsaku
aku menjadi presiden biarlah sejahtera bangsaku
aku menjadi aparat biarlah sejahtera bangsaku
aku tidak korupsi biarlah sejahtera bangsaku
aku santun biarlah sejahtera bangsaku
aku bersikap adil biarlah sejahtera bangsaku
aku tidak berkelahi biarlah sejahtera bangsaku
lhah kalau yang terjadi
adalah korupsi, pungli, caci maki
ketidakadilan, dan berkelahi melulu
dimana-mana
akan sejahterakah bangsaku
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
INDONESIAKU (25)
mengapa ketuhanan tidak menjadi
bagian tak terpisah dasi sop-mu
mengapa kemanusiaan tidak menjadi
bagian tak terpisah dari sop-mu
mengapa persatuan tidak menjadi
bagian tak terpisah dari sop-mu
mengapa kerakyatan tidak menjadi
bagian tak terpisah dari sop-mu
mengapa keadilan tidak menjadi
bagian tak terpisah dari sop-mu
mengapa adil makmur tidak menjadi
bagian tak terpisah dari sop-mu
mengapa kesejahteraan rakyat tidak menjadi
bagian tak terpisah dari sop-mu
dalam setiap lini kehidupanmu
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
INDONESIAKU (24)
saksi dan rasakan suasana jalananmu
kujumpai banyak kemacetan
begitu pula bila kau susuri kantoranmu
banyak kemacetan, dipersulitkah?
kujumpai banyak rambupun dilanggar
begitu pula bila kau susuri kantoranmu
banyak rambu peraturan dilanggar, kknkah?
kujumpai banyak lubang
begitu pula
teruskanlah
susurilah jalananmu, sampai
kaupun belajar
untuk memperbaiki kantoranmu
demi wargamu, mudahkanlah jalan bagi mereka
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
INDONESIAKU (23)
berargumentasi lagi
berdalih lagi
ku tak mengerti
ku terbisu lagi
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
INDONESIAKU (22)
sepertinya
ratu kembarlah ratumu, dimana
tak bisa dibedakan benar atau salah, ratumu
ratu menanglah ratumu, dimana
yang penting menang, pokoknya menang
ratu kebagianlah ratumu, dimana
yang penting kebagian, peduli amat yang lain
bagaimana bisa ratu adillah ratumu
mengapa selalu sosok yang kau nanti
apa sih istimewanya sosok
bukankan, perilaku sebagai ratu, yang
layak menjadikannya sosok ratu
yang bisa menjadi ratu adil masih piningit
bila ratu adil menjadi ratumu
maka adil memimpinmu, memimpin
rakyat dan pemimpin-pemimpinmu
mengapa kau menanti sesosok satria
yang katanya piningit, untuk menyelamatkanmu
karena yang piningit adalah bukan sosok
itu jaman dulu, jadul
itupun pengantin perempuan yang biasa dipingit
yang piningit adalah kalbu nurani
yang tersembunyi adalah rasa
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
INDONESIAKU (21)
buta tulikah pelaku-pelakumu
seperti menunggu kehancuran
bukankah sudah porak-poranda
bukankah sudah tertatih-tatih
bahkan sekedar membantu rakyat
kebanyakanmu
begitu besarkah harga
yang harus dibayar untuk sadar
banyak betul pelaku-pelakumu
yang gembira menari-nari
di atas penderitaan sesamanya
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
INDONESIAKU (20)
jelaskah apa rasamu
jelaskah apa karsamu
mengapa karsamu melenceng
jauh dari ciptamu
kamu kemanakan rasamu
satukanlah cipta rasa karsamu
biarlah adil makmur atasmu
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
INDONESIAKU (19)
yang laki-laki jadilah laki-laki
yang perempuan jadilah perempuan
yang presiden jadilah presiden
yang tani jadilah tani
yang tentara jadilah tentara
jangan laki-laki seperti perempuan
jangan presiden seperti tentara
jangan tani seperti presiden
menjadilah dirimu di posisimu
dengan sebaik-baiknya
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu
INDONESIAKU (18)
isilah, penuhilah
kembalikanlah jarahannya
pekerjakan penghuninya
biar bisa menghidupi dirinya
tidak lagi membebani yang lain
karena mengembalikan tidaklah cukup
karena diselpun tidaklah cukup
terlalu banyak yang dirugikan
jadikanlah menguntungkan
minimal untuk dirinya sendiri
bangunlah ruang-ruang sel
sebanyak penjarahmu
toh nanti bisa menjadi
penampungan bagi yang tak berpapan
biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu