Showing posts with label indonesiaku. Show all posts
Showing posts with label indonesiaku. Show all posts

April 03, 2014

INDONESIAKU (37)

.....................
dalam keadaan darurat
sejenak aku tertegun
.......................................................
sudah
sekian lama, entah dalam damai
entah dalam hening atau dalam sepi
tiada kata mudah diucap
tidak juga satu kata mudah ditulis
darurat
darurat ....
...................
Indonesiaku dalam keadaan darurat
kini dan sudah dari beberapa lama sebelumnya
bukankah eksistensi komisi-komisi
adalah tanda
darurat korupsi
darurat penegakan hukum
darurat pelanggaran hak asasi
sehinggalah ada KPK, Komnas HAM
dan komisi-komisi yang lain
................
darurat
institusi yang ada tidak
berfungsi selayaknya
....................
dan
beberapa hari lagi pemilu digelar
kuberharap
akan muncul orang orang
yang tidak hanya berani tetapi
juga mampu
membangun Indonesiaku
memperbaiki keadaan
sehinggalah
ruang ruang penjara dibangun untuk
dipenuhi
dan rakyat mendapat
penghargaan layak atas karyanya
...............
Indonesiaku
biarlah Pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

February 20, 2011

INDONESIAKU (36)

Hari Merdeka

Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita

Indonesia Raya

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Garuda Pancasila

Garuda pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

Satu Nusa Satu Bangsa

Satu nusa
Satu bangsa
Satu bahasa kita

Tanah air
Pasti jaya
Untuk Selama-lamanya

Indonesia pusaka
Indonesia tercinta
Nusa bangsa
Dan Bahasa
Kita bela bersama

Bagimu Negri

Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami

Dari Sabang Sampai Merauke

Dari sabang sampai merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia

December 18, 2010

INDONESIAKU (35)

Nonton Bola,
Belakangan ini dunia bola kita begitu gegap gempita,
timnas kita merangkak menunjukkan prestasinya.
Begitu mempesona, menyihir kita-kita untuk
berbondong-bondong menyaksikanya,
senayan memerah dan bergemuruh,
begitu juga di rumah, di cafe-cafe,
di mana pun bahkan di manca negara.
Tidak perduli petani, tentara, artis,
bahkan presiden dan menterinya pun juga.
Aktivitas timnas dan prestasinya dan juga pesonanya,
sudah lama dirindukan.
Semua bergairah,.
atribut merah putih melengkapi hampir semua suporter,
bahkan mewabah di seantero nusantara
sampai permintaan melampaui persediaan.
Begitu besar pengaruhnya,
mengeliat seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa ini.
Sungguh merupakan penghiburan
di antara deraan bencana dan
hiruk-pikuk manuver elite politik bangsa ini.
Dan ketika aku nonton bola,
aku hanyalah satu di antara suporter,
bahkan walaupun aku seorang artis,
aku hanyalah seorang suporter.
Begitu pun seandainya aku seorang presiden
aku hanyalah satu di antara suporter.
Suporter tak henti mengelukan timnas
bukan mengelukan koordinator suporter
bukan mengelukan presidennya suporter
bukan juga mengelukan pengurus timnas.
Kini aku merindukan pemimpin yang bisa
membawa kita menjadi suporter bagi Bangsa dan Negara ini,
Menjadikan bangsa yang bangga dengan negaranya sendiri,
membangkitkan semangat nasionalismenya. 
Dan Menjadikan negara dan bangsa ini
sebagai bangsa yang punya harga diri dan sarat prestasi.
Kini aku merindukan pemimpin yang begitu dicintai,
yang sarat prestasi,
yang mampu menyatukan komponen bangsa ini,
untuk bersama mengelukan.
Dan aku berharap pemimpin yang nonton bola,
adalah betul menjadi suporter,
dan hanyalah salah satu dari suporter,
kalau toh jabatannya tinggi
adalah tanggung jawab untuk menJadikan dirinya
teladan bagi yang lain,
menjadi suporter yang baik,
dan bukan untuk pencitraan diri atau alibi.
Berharap suatu hari nanti NKRI sarat prestasi,
dan menjadi mempesona,
dan mampu menyihir bangsa ini untuk bangkit,
bangun dari tidur panjangnya.

Biarlah Pancasila falsafahmu
Suatu hari nanti akulah presidenmu

June 13, 2010

INDONESIAKU (34)

.....
panjang punjung pasir wukir,...
gemah ripah loh jinawi, ...
tata tentrem kerto raharja ...
.....
kiang celak samya mangklung ...
kang tebih samya mentiung ...

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

November 08, 2009

INDONESIAKU (33)

indonesiaku, bangunkan bangsamu …
teramatlah banyak sudah rakyatmu yang bagaikan …
kutuk marani sunduk, mendatangi marabahaya bagi dirinya …

bagaimana tidak, …
banyak pemimpinmu yang adigang, adigung, adiguna , arogan mengandalkan kekuatan jabatan dan kepintarannya …
banyak pemimpinmu yang emban cindhé emban siladan, berlaku tidak adil …
banyak pemimpinmu yang kakehan gludhug kurang udan, kebanyakan janji-janji tanpa bukti …
banyak pemimpinmu yang ngemut legining gula, setelah merasakan enak lupa asalnya …
banyak pemimpinmu yang ibarat pitik trondhol diumbar ing padaringan, jahat tapi berkuasa …
banyak pemimpinmu yang esuk dhele sore tempe, mencla-mencle …

bagaimana tidak, …
banyak wargamu yang nabok nyilih tangan, berbuat jahat dengan memperalat orang lain …
banyak wargamu yang menjadi tumbak cucukan, senang memprofokasi dan mengadu domba …
banyak wargamu yang diibaratkan anak polah bapa kepradhah, perbuatan anak merepotkan orang tua …
banyak wargamu yang dudu berase ditempurake, banyak bicara komentar sana-sini tetapi nggak konteks …
banyak wargamu yang seperti gajah alingan suket teki, memiliki pribadi yang berbeda sama sekali antara lahir dengan batinnya …
banyak wargamu yang idu didilat maneh, mencabut pernyataannya sendiri ….
banyak wargamu yang ora uwur ora sembur, cuek, apriori, tidak mau perduli …
banyak wargamu yang menjadi palang mangan tanduran, dipercaya tetapi malah merusak …
banyak wargamu yang sedhakep ngawe ngawe, masih saja ingin melakukan kejahatan …
banyak wargamu yang tinggal glanggang colong playu, berani berbuat tidak berani bertanggung jawab …
banyak wargamu yang ungak ungak pager arang, memalukan tingkah lakunya …

bagaimana tidak, …
terjadilah enggon welut didoli udhet, tidak tahu diri pamer kepintaran tempat …
terjadilah jati ketlusuban ruyung, kebaikan disusupi kejahatan …
terjadilah lambe satumang kari samerang, nasehat tidak lagi diperhatikan …
terjadilah gupak puluté ora mangan nangkané, yang berusaha dan berhak tidak menerima hasilnya …
terjadilah kaya banyu karo lenga, antara sesama tidak lagi rukun …
terjadilah ancik ancik pucuking er, selalu gelisah karena melakukan kesalahan …
terjadilah bebek mungsuh mliwis, segolongan pun bertengkar …
terjadilah golek uceng kelangan dheleg, mencari yang sedikit banyak kehilangan …
terjadilah jarit luwas ing sampiran, orang pintrr tidak digunakan …
terjadilah kriwikan dadi grojogan, hal sepele membuat ribut dibesar-besarkan …
terjadilah wis kebak sundukane, sudah terlalu banyak kesalahan …

bagaimana tidak, …
tetapi ingatlah indonesiaku, …
bahwa becik ketitik ala ketara, saatnya tiba akan menjadi jelas mana baik mana buruk
bahwa kacang ora ninggal lanjaran, wariskan hanya yang terbaik kepada generasi penerus …
bahwa Sapa Sing salah bakal séléh, salah benar akan terbukti …
bahwa Desa mawa cara,negara mawa tata, semua ada aturannya tersendiri

bagaimana tidak, …
oleh karenanya Indonesiaku, …
bersegeralah pupur sakdurungé benjut
bersegeralah jangan cedhak celeng boloten
rawe rawe rantas malang malang putung
sembur sembur adas,siram siram bayem

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

October 31, 2009

INDONESIAKU (32)

sekali lagi ...
berseteru menyeruak, membisingkan pendengaran banyak orang ...
rakyat berseteru pegawai negara pun berseteru ...
kali ini penegak aturan dan pemberantas korupsi ...
yang semestinya bersatu padu mengawal bangsa ini ...
berebut benar ...
sekali lagi ...
semakin kental persepsi distuangkan ..
prilaku asal kebagian, tidak perduli, mau menang sendiri ...
kembalikan budi pekerti luhurmu Indonesiaku ...
pegawai negara perhatikan bangsa rakyatmu ..
rakyat perhatikan sesamamu ...
supayalah yang jujur tidak lagi berkekurangan ...
supaya rakyat tidak lagi melarat ...
para pendusta memenuhi ruang-ruang penjaramu ...
para pemimpin menepati janjinya ...
kembalilah wibawa bangsa ini ...
kembalilah harga diri bangsa ini ...
sekali lagi ...
sibukkanlah diri hanya untuk kebaikan ...
tepatilah tugas dan kewajiban ...
tak perlu mengusik yang lain ..
menjadilah bermanfaat bagi sesama dan negara ...
uruslah diri sendiri untuk kepentingan kebaikan ...
dan bukan mementingkan diri sendiri tidak perduli ...
sekali lagi ...

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

October 30, 2009

INDONESIAKU (31)

kabinet baru terbentuk KIB jilid 2 ...
100 hari pertama dalam perjalanan ...
gaji menteri naik, gaji pegawai negara naik ...
naiklah setinggi-tingginya, bahkan fasilitasi dan cukupi untuk
bisa beroperasi ...
memang demikian yang seharusnya, bukankah dipertaruhkan
bangsa dan negara ini di tangan mereka...
yang harus ...
tentukan aturan main dan tata caranya ...
realisasikan kepastiannya ...
beri penghargaan atas prestasi ...
beri hukuman atas wanprestasi ...
hargailah setinggi mungkin bisa ...
penuhilah ruang penjaramu bagi yang korupsi ...
dalam skala tertentu memang mereka layak mati ...
gaji harus tinggi ...
yang korupsi harus mati ...
dan majulah bangsa dan negara ini ...

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

October 29, 2009

INDONESIAKU (30)

waktunya sudah ...

seperti sudah dijangkakan ...
memang sudah waktunya, prilaku asal kebagian dan tidak perduli ...
yang jujur berkekurangan, rakyat melarat, pendusta bersuka ria ...
pemimpin hobby mengingkari janji, mengorbankan wibawa dan harga diri ...
sandang, pangan dan papan menjadi kesulitan, dan manusia tega dengan sesama ... terjadilah, janji tinggallah janji, manusia melanggar sumpah janjinya sendiri ... aturan yang maha Kuasa dilanggar ...
yang jahat dipuji dan yang benar dibenci ...
banyak manusia mengutamakan uang dan materi, lupa sanak saudara ...
orang tua menyia-nyiakan anak, anak berani dengan orang tuanya ...
persaudaraan luntur, kekeluargaan terpecah belah, teman menjadi musuh, manusia menjadi tidak tahu diri ...
kkn (korupsi kolusi nepotisme) merajalela, banyak pejabat menjadi jahat dan tega dengan rakyat ...
berbuat baik dijauhi, lebih memilih dusta, suka berdalih ...
semaunya sendiri tapi maunya dihargai, pemalas tapi menyenangi yang bukan haknya ... manusia jauh dari ketentraman, tidur tidak nyenyak ...
orang berusaha sulit keuntungan ...
banyak manusia mati sia-sia, orang kayapun batinnya sengsara ...
ang tidak tahu aturan yang berperan dan kebagian ...
yang jujur dan adil berkekurangan dan terkucil ...
yang tidak mau ikut korupsi dijauhi, para pendusta bersekongkol dan berjaya ...
yang benar tidak bisa bergerak, yang salah berpesta ...
harta negara dibagi-bagi seperti warisan, habis tak berguna, siapa yang menjabatpun tidak jelas ukurannya ...
lahan semakin sempit, dan setiap jengkal dikenakan pajak ...
emansipasi kebablasan, dan para pemimpin tidak lagi bisa menjadi teladan ... yang baik tidak mendapatkan tempat, yang jahat berkuasa ...
pejabat mudah tersinggung, yang nista dipuja ...
perempuan kehilangan kewanitaanya, Laki-laki kehilangan kegagahannya ...
banyak orang tidak laku berumahtangga, wanita tidak lagi setia ...
berbuat gila merasa keren ...
Banyak ibu menjual anak, wanita menjual diri ...
bertukar pasangan menjadi gaya hidup ...
perempuan menjadi laki-laki dan laki-laki menjadi perempuan ...
perceraian dimana-mana ...
dukun paranormal dijual ...
banyak manusia sok suci, srigala berbulu domba ...
mengakunya benar, dusta dan palsu, banyak penipuan ...
salah dibenarkan dan benar disalahkan ... p
enipu dan pendusta berjaya ...
yang bersahaja tidak leluasa, orang kaya banyak yang dipenjara, yang jahat ganas, yang jujur hancur ...
orang berusaha terombang-ambing, judi merajalela ...
banyak hal ilegal, anakpun ilegal ...
abg tidak lagi perawan, bahkan banyak yang hamil, perempuan menjadi lebih agresif ketimbang laki-laki. perempuan-perempuan muda punya anak, yang laki-laki mengabaikan harga diri ...
bekerja rusak atuaranya, yang cepat kelewatan, yang lambat jatuh bangun, yang besar kebanyakan bicara, yang kecil tertipu ...
yang tak bernyali menjadi mati, yang melanggar aturan yang kebagian, yang hati-hati mengeluh ...
yang minoritas teraniaya, mengadu bisanya pada yang dewanya ...
yang tidak tahu diri selalu berkelit, bertingkah seperti maling, berteriak maling ...
kebanyakan menjadi pelit, kehilangan keperdulian ...
yang jujur tidak kebagian, yang kebagian tidak aman ...
sudah waktunya, akhirnya jaman-jaman ...
yang Kuasa menggelar pengadilan, yang Kuasa mengejawantah menjelma, berbadan wadag manusia ...
berparas seperti kita, berwatak rasa, senjata bermata tiga ...
berlatar belakang jaman yang sudah terbolak-balik, yang membuat akan memakai, yang menanam akan menuai ...
karma dan penebusan ....
banyak orang mati digigit nyamuk, opini tak berbentuk ...
prewangan dan makhluk haluspun berebut benar ...
yang Kuasa ya Rasa ya Rohing Kuasa ...
momongannya menjadi tangan-tangannya dalam berkarya, perangnya tanpa bala, sakti tanpa aji-aji ...
saat kedatangannya ada tanda dinaungi cahaya di atasnya, ada tanda lintang kemukus, di arah tenggara selama tujuh malam, yang menghilang bersamaan dengan terbitnya matahari ...
kedatangannya bersamaan dengan yang sudah pergi ...
setting di tanah Jawa, berlokasi di kaki gunung, di ketinggian dan bergubug sederhana ...
berbalut keseharian sederhana, tetapi bisa membantu menyelesaikan permasalahan dan menjadi berkat banyak orang ...
menjadi sesembahan, berbagai bangsa mengingat, guru-guru menperoleh sabda. sempurna dalam segala prilaku, berada di tengah tanah Jawa ...
menundukkan segala macam jim setan, prewangan, mengantarkan penebusan, mengembalikan yang tidak diterima kepada yang Kuasa ...
berlidah api, bersabda malati, selagi muda disebut orang tua ...
bisa mengabulkan segala permintaan, beruntunglah yang yakin dan setia dengan sabdanya, tidak bisa dibohongi karena bisa melihat batin ...
mengetahuai yang akan terjadi, sejarah kelanggengan dan garis kehidupan setiap orang ...
maka temukanlah yang Kuasa ini, sudah tiada bapa tiada bibi ...
senjata bermata tiga, berujung pantang membunuh, bersisi pantang merugikan orang lain dan melanggar aturan ...
begawan bukan pandhita bukan, disebut yang Kuasa seperti manusia, manusia yang punya daya ...
tiada pertanyaan dan permasalahan yang tidak terjawab Semua di kupas dengan jelas ...
bahkan tentang jangka kala ...
tidak semua manusia bisa menemukannya, kalau memang bukan jamannya ...
maka yang mengalami bersegeralah ...
beruntunglah yang ingat dan waspada pada jaman kedatangannya ...
jangan mengingkari manusia berwadag yang Kuasa, yang Kuasa berwadag manusia ...
jangan keliru sembarang rasa, ini rasa Kuasa bersenjata bermata tiga ...
yen menang datan ngasorake liyan ...
pengadilan sudah tiba ...

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

October 29, 2008

INDONESIAKU (29)

stop kekerasan terhadap anak ... sekarang

stop kekerasan terhadap anak ... sekarang
stop kekerasan terhadap anak ... sekarang
stop kekerasan terhadap anak ... sekarang
stop kekerasan terhadap anak ... sekarang
stop kekerasan terhadap anak ... sekarang

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

October 08, 2008

INDONESIAKU (28)

indonesiaku bangkitlah, menjadi mercuar dunia


dunia menuju kehancuran dunia menuju kebangkitan

19xx-20xx … 39xx-40xx


abu-abu telah terjadi, saatnya dimulai mana hitam mana putih

salah telah menjadi benar dan benar telah menjadi salah

perempuan telah menjadi laki-laki dan laki-laki telah menjadi perempuan

gelap telah menjadi terang dan terang telah menjadi gelap

benar dan salah, penting dan tidak penting, menyenangkan dan tidak menyenangkan

sama-sama berkuasa

dan yang menyenangkan telah menjadi yang pertama

dan yang benar telah menjadi yang terakhir

apa yang telah terjadi tak terlihat

bahkan setelah kejadian lewat tetap masih belum disadari

seperti pencuri datangnya

lantas bagaimanakah jika kebenaran itu

yang mestinya bagaikan yang tak terpisahkan yang mestinya memimpin

yang ibaratnya adalah mempelai laki-laki

ternyata memang tidak terlihat dan masih belum disadari

yang bagaikan pencuri telah tiba telah berlalu

tidak dilihat dan tidak disadari

oleh yang masih hidup dan yang telah mati

bukankah yang hidup telah mati dan yang mati telah hidup

yang empiris tidak dilihat dengan hati

bagaimana mungkin menjadi empiris

kalau melihatpun hanya dengan mata dan mendengarpun hanya dengan telinga

waktunya memang telah tiba

tanda-tandanya pun telah merata

yang terbaca pun telah menjadi nyata

tetapi faktanya ini hanyalah kata-kata dan belum menjadi fakta

bukankah bencana dan penyakit di mana-mana dalam skala besar

telah menjadikan korban manusia

bukankah perseteruan pun sudah bangsa melawan bangsa

bukan lagi sesama anggota keluarga

bukankah anak sudah berseteru dengan orang tua

bukankah darah telah tumpah di mana-mana mengalir bagaikan sungai

memerahkan airnya

bukankah tujuh kali tujuh masa pun telah selesai dalam hitungan

dengan tibanya yubelium baru

bukankah kata modern sudah berlalu dan menjadi postmo

dan post menandai berakhirnya kurun-kurun jaman

dan yang terbesar adalah memang harus terjadi tanpa dilihat

oleh yang sebagian besar dan bahkan ditertawakan

bukankah memang harus demikian adannya

kalau yang terjadi harus tidak diketahui tidak dilihat dan tidak disadari

dan yang harus terjadi adalah pengharapan

selalu dinanti dan akan selalu mejadi penantian

karena pada saat sudah terjadi tetap tidak diketahui

lantas apalah gunanya menanti kalau tidak akan menjumpai apa yang dinanti

yang berusaha berjaga-jaga pun tidak

kecuali dengan nurani

karena yang harus terang adalah inti yang ada di pusatnya hati

sungguh nyata bedanya antara buah roh dan buah daging

bagaimana mungkin mengerti

kalo daging telah hidup di atas roh yang telah mati

bukankah roh yang hidup akan menghidupi daging

seribu fakta dan tanda boleh terjadi

tetaplah tidak dimengerti

apalagi yang terjadi dalam simbolisasi

dan menjadikan hanya yang bisa yang mengerti

dan yang lain yang sebagian besar mentertawai

bukankah memang harus demikian

yang terpenjara merasa bebas dan yang bebas merasa terpenjara

pembebasan tak menyentuh yang terbelenggu

karena yang terbelenggu merasa bebas

bagaimana mengerti bahwa telah lunas ditebusi

pantaslah disebut yang bodoh telah menjadi pintar dan yang pintar telah menjadi bodoh

yang gila menjadi waras dan yang waras menjadi gila

sungguh beruntunglah yang dipersalahkan

karena akan dibenarkan

supayalah didahulukan dan dibahagiakan

tidaklah banyak isinya dunia

hanya dua dan keduanya telah sama-sama berkuasa

sama-sama berkuasa dan bersamaan

bahkan menjadi tak diketahui sebenarnya mana yang berkuasa

seperti kembar adanya bahkan sering terlihat identik

keduanya telah menjadi ratu

dimana hanya kuasa keadilan yang bisa membedakan

dimulailah nurani yang memimpin

pemimpin yang tidak pernah bohong

dimulailah adil yang menjadi ratu

karena dalam nuranilah keadilan bersumber

supayalah jelas bahwa kasuargan itu bahasa nurani yang rohani itu

bagaimana jasmani bisa melihat kasuargan kalau rohani tidak memimpin

bukankah memang demikian, yang rohani telah menjadi jasmani

dan yang jasmani telah menjadi rohani

bagaimana semua ini bisa dimengerti

kalau bukan dengan nurani

sementara nurani telah mati di bawah jasmani

karena dengan nuranilah bisa mencapai sumber

dan memang hanya sebagian yang berasal dari sumber itu

yang akan mengerti

kalaulah kebenaran itu sungguh menjadi kenyataan dalam

individu seorang manusia maka

baginya sungguh akan menjadi keberuntungan terbesar

dalam sejarah peradaban umat manusia yang pernah ada

kuasa keadilan bekerja untuk pembebasan untuk memerdekakan

dari belenggu penjara diri sendiri

atas matinya rohani

yang menjadikan yang salah merasa benar

yang menjadi penghalang utama untuk memperbaiki diri menjadi benar

bagaimana bisa pembebasas atau pemerdekaan atau penebusan menyentuh

kalaulah tidak diketahui apa yang dipertobatkan

kalaulah tidak diketahui bahwa

kesalahan terbesar adalah merasa benar

begitulah kenyataannya

tidak akan tahu karena merasa benar

akan tetapi kuasa keadilan akan terus selalu bekerja,

begitulah karma bekerja, tak bisa dihindari

karma baik dan karma buruk adalah pengadilan diri

keterbelengguan yang menjadikan merasa benar dan

tidak tahu yang salah menjadikan pengertian bahwa

dunia hidup ini sering tidak adil,

padahal begitulah keadilan yang sangat adil

dan tidak tersedia sedikit ruang pun untuk sembunyi

budi baik dan budi buruk akan beroleh karma baik dan karma buruk

bukan ditentukan oleh golongan atau kelompok yang dianut

bahwa kuasa keadilan bahwa karma berlaku atas semua

tidak mebeda-bedakan dan tidak seorangpun bisa menghindarinya

bukankah kaidah kebenaran memang demikian

bahwa yang tidak berbudi baiklah yang akan terpenjara

bukan yang bergolongan tertentu

tersedia begitu banyak kesempatan untuk melakukan keduanya

19xx-20xx … 39xx-40xx

dunia menuju kehancuran dunia menuju kebangkitan

indonesiaku bangkitlah, menjadi mercuar dunia

biarlah pancasila fasafahmu

suatu hari nanti akulah presidenmu

June 01, 2008

INDONESIAKU (27)

ada kompor ada minyak
ada sendok ada garpu
ada nasi ada lauk
ada bunga ada kumbang
ada mbelek ada kawul

ada korupsi ada kemiskinan
ada pungli ada penderitaan

tega bener sih dengan sesama

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

INDONESIAKU (26)

aku ada biarlah sejahtera bangsaku
aku menjadi dewan biarlah sejahtera bangsaku
aku menjadi presiden biarlah sejahtera bangsaku
aku menjadi aparat biarlah sejahtera bangsaku
aku tidak korupsi biarlah sejahtera bangsaku
aku santun biarlah sejahtera bangsaku
aku bersikap adil biarlah sejahtera bangsaku
aku tidak berkelahi biarlah sejahtera bangsaku

lhah kalau yang terjadi
adalah korupsi, pungli, caci maki
ketidakadilan, dan berkelahi melulu
dimana-mana
akan sejahterakah bangsaku

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

INDONESIAKU (25)

standard operasional prosedur

mengapa ketuhanan tidak menjadi
bagian tak terpisah dasi sop-mu
mengapa kemanusiaan tidak menjadi
bagian tak terpisah dari sop-mu
mengapa persatuan tidak menjadi
bagian tak terpisah dari sop-mu
mengapa kerakyatan tidak menjadi
bagian tak terpisah dari sop-mu
mengapa keadilan tidak menjadi
bagian tak terpisah dari sop-mu

mengapa adil makmur tidak menjadi
bagian tak terpisah dari sop-mu
mengapa kesejahteraan rakyat tidak menjadi
bagian tak terpisah dari sop-mu
dalam setiap lini kehidupanmu

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

INDONESIAKU (24)

susurilah jalananmu
saksi dan rasakan suasana jalananmu
kujumpai banyak kemacetan
begitu pula bila kau susuri kantoranmu
banyak kemacetan, dipersulitkah?
kujumpai banyak rambupun dilanggar
begitu pula bila kau susuri kantoranmu
banyak rambu peraturan dilanggar, kknkah?
kujumpai banyak lubang
begitu pula
teruskanlah
susurilah jalananmu, sampai
kaupun belajar
untuk memperbaiki kantoranmu
demi wargamu, mudahkanlah jalan bagi mereka

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

INDONESIAKU (23)

bbm naik lagi
berargumentasi lagi
berdalih lagi

ku tak mengerti
ku terbisu lagi

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

INDONESIAKU (22)

ratu adilkah ratumu
sepertinya
ratu kembarlah ratumu, dimana
tak bisa dibedakan benar atau salah, ratumu
ratu menanglah ratumu, dimana
yang penting menang, pokoknya menang
ratu kebagianlah ratumu, dimana
yang penting kebagian, peduli amat yang lain

bagaimana bisa ratu adillah ratumu
mengapa selalu sosok yang kau nanti
apa sih istimewanya sosok
bukankan, perilaku sebagai ratu, yang
layak menjadikannya sosok ratu
yang bisa menjadi ratu adil masih piningit
bila ratu adil menjadi ratumu
maka adil memimpinmu, memimpin
rakyat dan pemimpin-pemimpinmu

mengapa kau menanti sesosok satria
yang katanya piningit, untuk menyelamatkanmu
karena yang piningit adalah bukan sosok
itu jaman dulu, jadul
itupun pengantin perempuan yang biasa dipingit
yang piningit adalah kalbu nurani
yang tersembunyi adalah rasa

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

INDONESIAKU (21)

naifkah pelaku-pelakumu
buta tulikah pelaku-pelakumu
seperti menunggu kehancuran
bukankah sudah porak-poranda
bukankah sudah tertatih-tatih
bahkan sekedar membantu rakyat
kebanyakanmu
begitu besarkah harga
yang harus dibayar untuk sadar
banyak betul pelaku-pelakumu
yang gembira menari-nari
di atas penderitaan sesamanya

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

INDONESIAKU (20)

jelaskah apa ciptamu
jelaskah apa rasamu
jelaskah apa karsamu

mengapa karsamu melenceng
jauh dari ciptamu
kamu kemanakan rasamu

satukanlah cipta rasa karsamu
biarlah adil makmur atasmu

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

INDONESIAKU (19)

menjadilah dirimu di posisimu
yang laki-laki jadilah laki-laki
yang perempuan jadilah perempuan
yang presiden jadilah presiden
yang tani jadilah tani
yang tentara jadilah tentara
jangan laki-laki seperti perempuan
jangan presiden seperti tentara
jangan tani seperti presiden
menjadilah dirimu di posisimu
dengan sebaik-baiknya

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu

INDONESIAKU (18)

bangunlah ruang-ruang sel
isilah, penuhilah
kembalikanlah jarahannya
pekerjakan penghuninya
biar bisa menghidupi dirinya
tidak lagi membebani yang lain
karena mengembalikan tidaklah cukup
karena diselpun tidaklah cukup
terlalu banyak yang dirugikan
jadikanlah menguntungkan
minimal untuk dirinya sendiri
bangunlah ruang-ruang sel
sebanyak penjarahmu
toh nanti bisa menjadi
penampungan bagi yang tak berpapan

biarlah pancasila falsafahmu
suatu hari nanti akulah presidenmu